Bermusik untuk Apa?

Gitaris salah satu band populer di Indonesia pernah bilang di salah satu program musik  di tivi,  kalau ia sama temen2 band nya bermain musik bukan buat gaya-gayaan.

“Kita main musik buat cari duit,” kata gitaris Spongebob ini.

Gitu inti kata2nya, karena saya sedikit lupa kalimat pasti apa yg ia bilang (hehehe, maafkan).

sebenarnya, rame ga rame sih ngomongin musik sekarang, khususnya musik Indonesia.

Di satu sisi rame karena banyak bahan omongan diskusi dan referensi buat didenger, tapi di sisi lain ga rame dari terobosan dan sesuatu yg baru. banyak dan seragam sehingga kehilangan sensasi kejutnya.

persis kayak orang yg terus menerus dapat terpaan yg sama dan massal,,maka bakal ada titik jenuh dan kemudian berbalik lalu mempertanyakan keadaan. mungkkin saya sedikit terwakilkan dengan contoh di atas, hehe..

melihat dari jawaban gitaris yg saya cirikan di atas itulah yg kemudian menyinggung sensitifitas dan rasa ingin tahu saya akan konsep ideal sebuah musik dari para musisi yg sekarang banyak tampil di ranah pencitraan diri di Indonesia (alias tipi).

konsep ideal yg kemudian terkait dengan tujuan, pesan yg ingin mereka sampaikan dan motivasi mereka untuk bermusik.

jujur, saya kangen akan musisi yg punya pesan kuat di lagunya seperti Iwan Fals atau  Ebit G.Ade.

musisi yg berwacana dengan karya mereka.

Hmm…..apa musisi seperti itu sudah tidak relevan lagi dengan keadaan negara kita?

apa musik tidak lagi cocok sebagai alat propaganda???

mungkin!!!

apa karena tidak ada lagi kewajiban memutar film G30s/pki   di TV???????

hehe, naif ga sih kalau kita berkesimpulan sebab-akibat dengan alasan kayak gitu???

tapi di satu sisi sya sedikit mengakui bahwa keadaan zaman memang akan memengaruhi tingkah dan pola pikir seseorang. seseorang yg tidak berada dalam tekanan akan selalu ada dalam zona nyaman dan memiliki rasa ke-AKUan yg kuat.

sebaliknya, seseorang yg berada dalam tekanan akan selalu berpikir untuk mencari celah dari banyak tekanan yg ada..dan Pramoedya Ananta Toer telah membuktikannya! (dan kemudian saya juga menyadari konsep akan keMERDEKAan di kasus seperti ini).

halah, ngalantur kamana-mana, hehe!!

tapi emang itulah yg saya liat di musik indonesia sekarang..

kemudahan zaman telah membuat salah satu jabaran seni ini menjadi sebuah industri besar yg memiliki banyak kepentingan di dalamnya.

kepentingan akan popularitas..

kepentingan akan kekayaan..

dan kepentingan2 lainnya…

sudah sangat langka orang yg melihat musik sebagai sarana kritik atau penyemangat.

dan bahkan orang yg melihat musik sebagai pemuas kebutuhan dan kesenangan pribadi pun ditertawakan!!

bikin musik untuk diri sendiri dibilang kayak orang aneh yg masturbasi kemudian orgasme dengan alat musik mereka sendiri!!

hufhhh,,,musik memang telah menjaadi complicated setelah terintegrasi dengan lingkungannya!!!

bias sehingga kemudian termaknai secara berbeda tergantung dari sisi mana kita memandang..

ga tau, bakal terjadi sebuah revolusi musik atau tidak di Indonesia….

entah bakal muncul atau tidak gerakan wahabi untuk memurnikan musik Indonesia seperti yg dulu dilakukan pasukan paderi…

tapi yasudalah, biarkan kepentingan itu hidup di sini, berkembang dan kemudian diikat oleh apa yg ada di sekellilingnya..

biarkan kepentingan itu merambat dan hidup dengan mengikat musik..tapi saya tidak akan membunuh mereka. saya hanya akan membantu dan mendorong agar musik ini terus hidup dan lebih kuat dari apa yg mengikatnya sehingga musik masih bisa memberi manfaat buat mereka.

hanya pesan singkat buat saya dan mereka.

ketikaka  memutuskan musik sebagai pegangan hidupnya seharusnya ada alasan kuat dibalik pilihan tersebut, karena tanggung jawab moral bakal munculin pertanyaan,,,

saya dan anda bermain musik untuk apa???

Advertisements

3 thoughts on “Bermusik untuk Apa?

  1. hmm emang bener, menurut saya skrg udah jarang ya ad pemusik yang emang bermain musik sesuai karakter. smuanya cuma demi laku dan memuaskan pasaran musik yang ada.

  2. ahahaa, mantap.
    saya? yang jelas bermain musik untuk mengukur seberapa pintar saya menyusun nada-nada, seberapa menarik alur permainan saya, bukan untuk publikasi karena saya bukan musisi, ehehe.

    klu bang Ii?

    tulisan mantap 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s