Jesus Navas, ‘Sang Juru Selamat’

Jesus-Navas-dikepung-dua-pemain-italia

Vicente Del Bosque hanya membawa tiga penyerang murni ke Piala Eropa 2012: Fernando Torres, Alvaro Negredo dan Fernando Llorente. Namun, dari empat pertandingan yang sudah dijalani, ketiga penyerang itu hanya mengantongi sedikit jam terbang. Pemicunya adalah kegemaran Del Bosque memasang formasi 4-6-0, menumpuk enam gelandang dengan tujuan menguasai bola lebih banyak.

Sampai sejauh ini, Del Bosque memang masih mempercayakan bintang seperti Xavi Hernandes, David Silva, Andreas Iniesta atau Cesc Fabregas sebagai ‘penguasa’ lini tengah dan depan tim Matador (julukan Spanyol). Namun, dalam beberapa kesempatan, para bintang itu, yang permainannya sudah dikenali lawan itu mengalami kesulitan akibat penjagaan ketat lawan.

“Tim harus diisi beberapa pemain baru. Meski mereka belum akan mengganti posisi Xavi atau Iniesta, tapi saya butuh mereka untuk penyegaran tim,” kata Vicente Del Bosque, beberapa saat sebelum perhelatan Piala Eropa dimulai.

Analisis Del Bosque terbukti benar. Saat Piala Eropa, bintang-bintang Spanyol itu dijaga ketat pemain belakang lawan sehingga dalam beberapa kesempatan, ia harus mengganti mereka untuk mengaburkan lawan. Salah satu percobaan Del Bosque terbukti sukses saat memasukkan Jesus Navas ketika melawan Kroasia. Dua puluh tujuh menit setelah menggantikan Fernando Torres di menit ke-61, pemain Sevilla itu mencetak satu-satunya gol kemenangan Spanyol atas peringkat ketiga Piala Dunia 1998 tersebut. Spanyol akhirnya keluar sebagai juara Grup C, di atas Italia. Jika saja Navas tidak mencetak gol saat itu, bisa jadi perjalanan Spanyol untuk mempertahankan gelar di Polandia-Ukraina akan berbeda, karena mereka akan menghadapi Inggris di babak perempatfinal, atau jika lolos dari hadangan Inggris akan menghadapi Jerman di Semi-final.

“Navas telah menyelamatkan Spanyol dengan golnya. Tim secara keseluruhan tidak bermain bagus, tapi satu gol di ujung pertandingan telah mengantar kami lolos dari babak grup,” tulis Marca, usai kemenangan sulit atas Kroasia. Pujian memang banyak dialamatkan kepada pemain 26 tahun itu seusai partai lawan Kroasia. Salah satunya juga datang dari Ketua Sevilla, Jose Maria Del Nido. Del Nido bahkan menjuluki pemain kesayangannya itu dengan ‘sang penyelamat’, merujuk pada nama depan Navas, yaitu Jesus.

“Terimakasih atas pujiannya. Saya hanya memanfaatkan peluang. Iniesta memberi bola yang mudah. Semua terjadi atas kerjasama tim yang lur biasa,” kata Jesus Navas, mengomentari gol tersebut.

Navas barangkali akan akan batal menjadi pahlawan Spanyol, jika pria asli Andalusia itu masih belum sembuh dari ‘homesick’ akut yang ia derita. Beruntung sejak tiga tahun lalu, ia intensif melakukan terapi psikologis untuk menghilangkan kegelisahan jika berada jauh dari rumah. Walhasil, ia ‘berhasil’ melakukan tur jauh pertama saat masuk dalam rombongan timnas Spanyol ke Afrika Selatan pada 2010 lalu. “Terapi yang saya lakukan, secar perlahan sudah mampu menghilangkan kegelisahan saya ketika jauh dari rumah dan keluarga,” ujar Navas.

Karir pemain 26 tahun itu memang sempat terhambat akibat ‘penyakit’ rindu rumah akut. Navas pernah meninggalkan pemusatan latihan timnas U-19 Spanyol akibat terlalu lama jauh dengan keluarga. Pemain bertinggi 170 cm itu sempat menolak ikut dalam tur pra musim Sevilla ke Amerika Serikat. Ia juga menolak beberapa pinangan klub besar Eropa, Seperti Chelsea, Liverpool atau Arsenal karena terlalu jauh dari keluarganya di Sevilla. Bahkan, tawaran untuk sekedar pindah kota ke Madrid pun ia tolak dengan alasan sama.

Navas memang dilahirkan dalam keluarga Gipsy Spanyol di Los Palacios, Sevilla pada 21 November 1985. Seperti keluarga Gipsy lain, mereka terbiasa bersama meski selalu berpindah tempat. Kebiasaan itulah, dikatakan Navas, yang membuat dirinya cukup sulit untuk jauh dari keluarga.

Tak heran, sampai sat ini Navas baru mengantongi sedikit penampilan bersama timnas senior Spanyol. Ia baru bermain selama 19 kali bersama tim asuhan Vicente Del Bosque dan mencetak dua gol. Debutnya bahkan baru terjadi pada 2009, saat dipanggil untuk bermain melawan Argentina dan Austria. Di Piala Eropa 2012, ia telah bermain di dua pertandingan Spanyol meski hanya sebagai pemain pengganti, saat melawan Kroasia dan Italia. Spanyol masih akan bermain di semi-final melawan Portugal, Kamis, 28 Juni 2012, dan Del Bosque pun kemungkinan masih akan tetap menggunakn formasi ‘false-nine’ andalannya itu. Jadi, Navas pun masih memiliki kesempatan besar untuk kembali menjadi sang juru selamat bagi Spanyol.

***

Jesus Navas memenangi Piala Dunia 2010 bersama Spanyol
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s