Kesempatan Kedua ‘La Bandera’

Massimo Carrera, pelatih sementara Juventus (foto: daylife)

Dua puluh satu tahun lalu, ia adalah aib bagi penggemar Juventus. Sebut namanya: Massimo Carrera, barangkali kata makian yang akan keluar. Tapi coba sebut namanya di hadapan para Juventini (sebutan penggemar Juventus) saat ini, pasti doa yang akan terlontar.

Saat itu, pada pertandingan terakhir Serie A Italia musim 1991/ 1992, Carrera adalah palang pintu utama Si Nyonya Tua (julukan Juventus). Namun ia justru menjadi ‘pahlawan’ AC Milan. Akibat gol bunuh dirinya ke gawang Stefano Tacconi, AC Milan terhindar dari kekalahan dan menutup musim itu dengan rekor tidak terkalahkan. Usai kejadian itu, posisinya sebagai pemain inti pun perlahan hilang. Terlebih sejak kedatangan bintang seperti Pietro Vierchowod dan Paolo Montero ke Delle Alpi (markas Juventus saat itu).

‘La Bandera’ (Si Bendera/ julukan Carrera) memang termasuk ke dalam skuad Juventus saat juara Serie A dan Coppa Italia 1994/ 1995, atau skuad saat memenangkan trofi Liga Champions Eropa musim 1995/ 1996 dan Intercontinental 1996, namun perannya tidak lebih sebagai pemain pengganti. Musim 1996/ 1997, ia pun memutuskan hijrah ke Bergamo untuk memperkuat Atalanta. Sejak itu, karirnya luput dari radar pengamat dan penggemar sepak bola dunia.

Tapi sejak awal Agustus lalu, namanya mulai kembali diperbincangkan setelah manajemen Juventus menunjuknya sebagai pengganti sementara Antonio Conte, pelatih kepala ‘Si Zebra’ (julukan lain Juventus), yang disanksi sepuluh bulan tidak boleh aktif mendampingi tim di lapangan akibat skandal Scommessopoli (pengaturan hasil pertandingan).

Sayang respon yang ia terima mirip seperti dua dekade lalu. Mayoritas memicingkan mata terhadap kualitasnya sebagai pelatih. Apalagi, ia hanya diproyeksikan menjadi ‘boneka’ untuk Conte. Sehari-hari, pelatih yang mempersembahkan titel Serie A musim lalu bagi Juventus itu tetap memimpin tim. Conte pula yang mengatur porsi latihan dan strategi yang akan diterapkan di lapangan.

Carrera sendiri enggan berpolemik soal posisinya. Secara bijak, ia bahkan mengaku bahwa dirinya memang hanya tinggal menjalani rencana yang disusun Conte. “Seperti kalian tahu, saya hanya melanjutkan pekerjaan Conte dan memastikan ia tidak kehilangan banyak hal. Ia adalah pelatih bagus dan telah membuktikannya,” kata Carrera, menanggapi kritikan.

“Di lapangan, saya hanya memberi beberapa instruksi kecil. Itu pun hanya mengingatkan apa yang sudah dillakukan dalam latihan setiap hari,” Carrera menambahkan.

Massimo Carrera memang tidak berpengalaman dalam melatih. Usai pensiun dari Pro Vercelli pada usia 44 tahun musim 2007/ 2008 lalu, ia langsung bergabung ke Juventus. Itu pun bukan sebagai pelatih, melainkan Direktur Teknik tim junior. Musim lalu, ia pindah jabatan menjadi salah seorang staf pelatih Antonio Conte. Dan, baru pada musim ini ia menjadi pelatih kepala suatu tim.

Meski tak berpengalaman, manajemen Juventus bukannya tanpa alasan memilih Carrera. “Carrera adalah orang yang mengenal Conte. Mereka sudah saling kenal selama sekitar 20 tahun. Itu yang kami butuhkan saat ini,” ujar Presiden Juventus, Andrea Agnelli.

Sejauh ini, pencapaian mantan bintang klub Bari itu sudah cukup bisa mementahkan kritik. Gelar pertama sudah ia berikan kepada Juventus beberapa waktu lalu, saat mengalahkan Napoli di Piala Super Italia. Claudio Marchisio Cs pun menang di partai pembukaan Liga Italia akhir pekan lalu melawan Parma.

Jika konsisten dan mampu memberikan gelar lain bagi Juventus musim ini, bukan tidak mungkin respek hadir kepadanya. Hanya tinggal bagaimana ‘La Bandera’ memanfaatkan kesempatan keduanya kali ini.

 

***

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s