Pudarnya Magis Sang Penyihir

Gareth Bale di salah satu pertandingan bersama Spurs, beberapa waktu lalu
Gareth Bale di salah satu pertandingan bersama Spurs, beberapa waktu lalu

Nyanyian para pendukung Tottenham Hotspurs pada penghujung laga melawan Swansea di Stadion White Hart Lane, London, pada Ahad, 25 Agustus lalu ibarat sindiran bagi Gareth Bale.

“Inilah cara kami kami menyanjung para pemain, mereka yang bermain sepenuh hati bagi kami,” teriak para pendukung saat itu.

Sanjungan itu ditujukan para penggemar kepada penyerang anyar Roberto Soldado, tepat ketika pemain asal Spanyol itu ditarik keluar untuk digantikan Jermaine Defoe. Mantan penyerang klub Valencia itu dianggap pahlawan karena mencetak gol kemenangan Spurs atas Swansea.

Peran sama sebelumnya dilakoni Soldado ketika bertandang ke Stadion Selhurst Park markas Crystal Palace pekan lalu. Ia mencetak gol kemenangan Spurs di pertandingan yang berkesudahan 1-0 tersebut. Caranya pun identik: lewat tendangan penalti.

Meski baru mampu mencetak gol lewat titik putih, toh para penggemar menilai harga 26 juta Poundsterling atau sekitar Rp 447 miliar yang dikeluarkan manajemen untuk Soldado sejauh ini tidak sia-sia. Paling tidak, ia sudah memberi peran dan berjuang maksimal untuk klub.

Mereka membandingkannya dengan Bale, yang ketika tim berlatih serius jelang lawan Swansea, ia justru “jalan-jalan” ke Madrid. Ditambah kengototan yang ditunjukkannya selama ini untuk hijrah ke tim ibu kota Spanyol itu, penggemar menilai pemain terbaik Liga Primer Inggris musim lalu itu sudah kehilangan loyalitas untuk Spurs.

Bale memang seperti telah kehilangan tempat di semua elemen Spurs. Selain tidak ada teriakan dan nyanyian yang menyebut nama Bale di stadion sepanjang laga, dalam laman resminya Spurs bahkan telah menghapus gambar sang pemain yang sebelunya dijadikan header-website.

Tindakan itu sendiri disebut-sebut sebagai balasan sikap El Real, yang memajang seragam bernomor sebelas dengan nama Bale di laman resminya.

Adapun manajer Andre Villas-Boas enggan mengomentari kaitan ketidakhadiran Bale dengan performa tim di pertandingan menghadapi Swansea. Ia bahkan tidak satu kata pun menyebut nama Bale dalam sesi konfrensi pers seusai pertandingan.

Mantan pelatih Porto itu lebih suka berkomentar tentang pemain yang ada di lapangan, seperti soal pemain muda Andros Townsend yang menjadi pemicu hadiah penalti bagi Spurs. “Ia berhasil memanfaatkan kesempatan yang diberikan dengan baik,” kata Villas-Boas seusai pertandingan, memuji pemain 22 tahun tersebut.

Kemenangan itu sejauh ini membuat Spurs meraih enam poin di dua laga awal Liga Primer Inggris. Catatan sempurna, yang bahkan mengalahkan catatan Spurs di dua laga awal kompetisi musim lalu, ketika masih diperkuat Gareth Bale. Mereka mulai percaya dengan kualitas diri sendiri. Kualitas yang sebenarnya telah ada, bahkan tanpa kehadiran Bale.

Ya, magis sang penyihir dari Wales mulai pudar di London Utara.

 

(AF)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s