Samuel Eto’o, Sang Pencopet

Samuel Eto'o merayakan gol. (foto: Goal Singapura)
Samuel Eto’o merayakan gol. (foto: Goal Singapura)

 

Bruk! Liam Ridgewell kaget tak kepalang saat Samuel Eto’o tiba-tiba menubruknya dari belakang. Mulutnya menganga: seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

Tadinya, ketika Eden Hazard melepaskan tendangan keras mendatar ke gawang West Bromwich Albion dan berhasil diblok penjaga gawang Boaz Myhill, Ridgewell masih melihat Eto’o berdiri sekitar dua meter di belakangnya.

Atas dasar itu lah, Ridgewell kemudian menunda keputusan untuk membuang bola liar hasil tepisan Myhill. Pemain belakang 29 tahun itu ingin sejenak mengontrol bola untuk meredam kepanikan rekan-rekannya akibat tekanan pemain Chelsea.

Namun ternyata responnya kalah cepat dibanding Eto’o. Dari sudut yang tidak terlihat oleh Ridgewell, penyerang asal Kamerun itu mendekat sambil menjulurkan kaki, mencocor bola yang belum sepenuhnya dikusai Ridgewell. Gol! The Blues pun sementara unggul 1-0.

Adapun, Ridgewell hanya tertunduk dan melepas tatapan kosong ke gawang Myhill, seolah meminta ampunan.

“Cara (gol) yang sama lagi,” tulis salah satu media Skotlandia, The Scotsman, mengomentari gol Eto’o tersebut.

Foto: ChelseaFC.com
Foto: ChelseaFC.com

Adapun, Sky Sports menulis berbeda. Mereka memberi julukan baru bagi mantan penyerang Barcelona tersebut, yaitu pickpocket alias pencopet. Artinya, kurang lebih adalah penyerang yang pintar memanfaatkan kelengahan sekecil apapun untuk mencetak gol.

Gol Eto’o pada pertandingan melawan West Brom memang mirip dengan gol pertamanya ke gawang Schalke di ajang Liga Champions Eropa, pertengahan pekan lalu.

Ketika itu, penjaga gawang Timo Hildebrand lah yang menjadi “korban”. Dengan kecerdikannya, Eto’o menunggu momen pas ketika Hildebrand melepaskan tendangan, lalu menjulurkan kaki untuk memblok bola. Upaya Eto’o berhasil, karena bola mengenai kakinya dan meluncur ke gawang Hildebrand.

Belum ada komentar dari kubu West Brom terkait gol Eto’o tersebut. Mereka lebih tertarik mengomentari gol kedua Chelsea yang tercipta lewat tendangan penalti Eden Hazard di ujung pertandingan.

“Penalti itu konyol,” kata manajer West Brom, Steve Clarke dengan nada tinggi, seusai pertandingan.

Penalti gelandang timnas Belgia itu memang menggagalkan kemenangan West Brom yang sudah di depan mata. Setelah kebobolan oleh gol Eto’o, West Brom sempat mampu membalas lewat dua gol yang dicetak Shane Long pada menit ke-60 dan Stephane Sessegnon delapan menit berselang.

Begitu juga Eto’o, yang masih bungkam soal gol “tidak keren” yang terulang untuk kedua kalinya. Namun melihat ekspresi emosionalnya ketika merayakan gol, yang bahkan berbuah kartu kuning, bisa disimpulkan bahwa penyerang yang telah mengoleksi empat gol bagi Chelsea itu puas dengan penampilannya.

Bahkan, meski harus disematkan gelar baru: sang pencopet.

***

Juga dimuat di Koran Tempo, Senin, 11 November 2013.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s