Antara Miranda Kerr, Nikita Mirzani, dan Dewi Perssik

Ini manusia, lho, bukan malaikat. (Poto dari Instagram doi)
Ini manusia, lho, bukan malaikat. (Poto dari Instagram doi)

Sudah lewat tengah malam. Tapi saya dan seorang teman masih betah duduk di depan televisi.

Kebetulan, saat itu salah satu televisi menyiarkan lanjutan Liga Spanyol antara Barcelona dan Sevilla. Sebenarnya, tak satupun dari kami menggemari tim-tim yang tengah bermain.

Hanya saja, kantuk belum juga datang. Jadi, daripada memaksakan mata untuk terpejam, kami memutuskan bertahan di depan televisi. Lagipula, kami bisa melewatinya sembari ngobrol. Topik apapun.

Menit ke menit pertandingan berlalu. Singkat cerita, Barcelona mendapat tendangan bebas tepat di depan gawang Sevilla. Perbincangan kami terhenti sejenak karena mendapati Lionel Messi yang berdiri di depan bola.

Saya melihat ia menatap gawang dan si kulit bundar berulang kali, seperti mengukur dan mematok titik mana ia harus menghujamkan bola.

“Pasti gol!” saya menebak sekenanya.

Sotoy! Namun terkaan saya ternyata benar. Melengkung menjauhi kepala para pemain Sevilla yang berlompatan menghadang, bola melesat ke pojok kanan gawang.

Beto –kiper Sevilla– terbang sembari merentangkan tangan. Tapi ia tak berdaya. Beto hanya menepis angin, menabrak tiang gawang, lalu jatuh bergumul dengan jaring.

“Kok bisa gol?” teman saya berkata sambil terbengong.

Kami berpandangan. Seolah mengetahui isi pikiran masing-masing, kami lalu tertawa. “Coba pemain Indonesia tadi bisa seperti itu,” katanya lagi.

Beberapa jam sebelumnya, kami memang menonton laga Piala Federasi Sepak bola Asia Tenggara antara Indonesia dan Vietnam. Pertandingan berkesudahan 2-2.

Bedanya, jika pertandingan Barcelona kami lewati sembari ngobrol ngalor-ngidul, saat Indonesia bermain, perhatian kami sama sekali tak bisa lepas dari layar televisi.

Namun menurut teman saya, bukan perkara nasionalisme lah yang membuat kami bisa berfokus sepanjang 90 menit. “Pertandingannya terlalu lucu untuk dilewatkan,” ujar sang teman nyengir.

Bagaimana tak lucu? Menurut dia, gol kedua Indonesia tercipta dengan konyol. Alih-alih menangkap dengan mudah tendangan mendatar Samsul Arif, bola justru nyelonong lewat selangkangan kiper Vietnam.

Kalau blunder begitu, tak harus jadi pemain profesional. Saya juga bisa, kata sang teman. Pernyataan bodoh dan menyederhanakan masalah. Kami sadar itu. Makanya, setelah itu kami lagi-lagi tergelak.

Beberapa menit berselang, saya kemudian sadar bahwa pernyataan dia ada benarnya. Para pemain kedua tim, terlepas dari sang penjaga gawang Vietnam, memang kerap bertindak ceroboh. Komentator berbahasa Inggris di televisi pun beberapa kali mengutarakan ihwal ini.

Jangankan punya sentuhan satu-dua seperti pemain Barcelona, kontrol bola –yang notabene teknik dasar sepak bola– para pemain bahkan kerap kali salah.

Mereka pun lebih tertarik membawa bola berlama-lama. Seolah-olah kawan adalah lawan, sehingga bola emoh dibagi. Padahal, ditambahkan sang teman, sikap itu justru merepotkan tim sendiri. Para pemain bermain mengandalkan insting.

Hal ini berbeda dengan permainan tim Barcelona dan Sevilla yang menunjukkan sepak bola cerdas. Bermain menggunakan otak. Banyak mengumpan efisien dalam menggocek.

Sangat berkelas, ujarnya, lalu mengganti saluran televisi. Ia tiba-tiba berhenti di E!: saluran yang menyiarkan kabar selebritas dunia. “Seperti Miranda Kerr, lah!” katanya.

“Elegan dan berkelas.”

“Lalu,” saya memotong cepat, “Pertandingan Indonesia lawan Vietnam tadi mirip siapa?”

Sejenak hening. Kami berpikir keras. “Nikita Mirzani?” saya mencoba memberikan pilihan.

“Hm…,” ia memelankan suara lalu menyebut nama lain. “Atau, Dewi Perssik?”

Kami tertawa lebih kencang. Menyadari sikap bodoh yang baru saja dilakukan. Kami lupa bahwa jarum jam sudah bergerak kian dekat menuju terang. Barangkali kami kehilangan kewarasan karena butuh tidur dan istirahat.

Maaf kalau begitu…

(AF)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s